Author Archives: Penerbit Cinta Indonesia

KONSELING LINTAS BUDAYA

 

Penerbitcintaindonesia.com –

Judul : KONSELING LINTAS BUDAYA

Penulis :

Ratna Upika Sari
Miftahul Zanah
Risky Millenia
Naura Fakhirah
Cilvi Claodia Clorean
Annida Mutiara Rizqie
Sutrisno
Miftahul Risky
Atiqah Maula
Chindy Regita
Salva Wahyuni
Ummi Fikroh

Editor : Dita Juwita Zuraidah, M.Pd.

ISBN : Draf

Berat Buku : 300 gr

Harga : Rp. 95.000

Konseling lintas budaya adalah hubungan konseling yang melibatkan para peserta yang berbeda etnik atau kelompok minoritas; atau hubungan konseling yang melibatkan konselor dan konseli yang secara rasial dan etnik sama, tetapi memiliki perbedaan budaya yang dikarenakan variabel lain seperti gender, orientasi seksual, sosio-ekonomi, usia, dan sebagainya

English Pharmachy

Penerbitcintaindonesia.com –

Judul : English Pharmachy

Penulis : Salma Nastiti

Editor : Heppy Aminulloh

ISBN : Draf

Berat Buku : 100 gr

Harga : Rp. 95.000

Berisi terminologi dan istilah kefarmasian, serta membekali mereka dengan pengetahuan dan landasan yang diperlukan untuk membaca dan berkomunikasi secara efektif dalam layanan informasi obat menggunakan bahasa Inggris

Botol Bekas, Murid SD Negeri 1 Kedungjaya Belajar STEM dari Lingkungan Sekitar

PCI – Botol plastik bekas yang biasanya dibuang menjadi media pembelajaran bagi murid SD Negeri 1 Kedungjaya, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Di tangan murid, tutup botol dapat menjadi karya Seni, sementara botol bekas diolah menjadi benda yang bernilai guna. Praktik tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) di SD Negeri 1 Kedungjaya, Senin (28/9).

Guru kelas 5 SD Negeri 1 Kedungjaya, Linda Irawati, menjelaskan bahwa pembelajaran STEM di kelas berangkat dari benda dan persoalan yang dekat dengan kehidupan murid. Guru mengajak mereka mengumpulkan botol bekas untuk kemudian mengolahnya menjadi berbagai karya.

“Anak-anak kami minta mengumpulkan botol bekas untuk didaur ulang. Dari botol dan tutup botol itu, mereka bisa membuat jam, lukisan, dan berbagai karya lainnya,” ujar Linda.

Menurut Linda, kegiatan praktik membuat murid lebih antusias mengikuti pembelajaran. Mereka belajar melalui proses mencoba, membuat, dan melihat langsung hasilnya. “Mereka sangat tertarik. Belajarnya seperti ini, langsung dipraktikkan. Jadi belajar sambil bermain, learning by doing,” katanya.

Praktik tersebut sejalan dengan arah penguatan STEM yang didorong oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Saat peluncuran Program STEM Nasional beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pembelajaran STEM tidak bergantung pada laboratorium mahal. Ia menyampaikan bahwa sains dapat dikenalkan melalui lingkungan sekitar dan kehidupan sehari-hari.

“Saya ingin menumbuhkan kecintaan dan kemampuan pada teknologi sejak dini sehingga mitos bahwa sains itu susah, sains itu mahal, itu harus diubah,” ujar Mu’ti.

Ia menambahkan, STEM tidak harus selalu berada di ruangan laboratorium yang canggih dan pembelajaran dapat dimulai dari keseharian anak.

Workshop Pendidikan Tanpa Batas Dorong Layanan Pendidikan yang Inklusif dan Berbasis Potensi Mahasiswa

PCI – 18 September 2026 — Semangat mewujudkan pendidikan yang inklusif dan mampu menjangkau setiap individu terus diperkuat melalui Workshop Pendidikan Tanpa Batas yang dilaksanakan secara hybrid pada 17–18 September 2026. Kegiatan tersebut bertempat di SPS Bakti Kusuma, Kota Bekasi, dan diikuti secara luring maupun daring oleh para peserta dari berbagai latar belakang.

Workshop ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengembangan layanan pendidikan yang mampu menghargai keberagaman potensi, karakter, serta kebutuhan setiap peserta didik, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ibu Wijayanti, S.Si., M.Si., bersama Ketua Jalin Pena, Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., M.Pd.

Dalam pembukaan, semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk berkembang.

Pendidikan Tanpa Batas untuk Setiap Potensi

Tema “Pendidikan Tanpa Batas” menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut. Pendidikan tidak semestinya membatasi seseorang berdasarkan kondisi, latar belakang, maupun karakteristik tertentu.

Setiap mahasiswa memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, pendekatan layanan pendidikan perlu memperhatikan karakter individu, kebutuhan belajar, kekuatan, serta tantangan yang dihadapi masing-masing mahasiswa.

Dalam konteks tersebut, layanan konseling memiliki posisi strategis. Konseling tidak hanya hadir ketika mahasiswa menghadapi persoalan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pengembangan potensi, penguatan karakter, pengambilan keputusan, dan perencanaan masa depan mahasiswa.

Peran Lembaga Konseling dan Disabilitas

Salah satu materi utama dalam workshop adalah “Peran Lembaga Konseling dan Disabilitas dalam Memberikan Layanan kepada Mahasiswa Sesuai Potensi dan Karakternya.”

Materi tersebut disampaikan oleh Direktur Lembaga Konseling dan Disabilitas (LKD), Ken Heryani Sulis, M.Pd.

Pembahasan mengenai peran LKD menjadi relevan dalam upaya membangun layanan pendidikan tinggi yang semakin inklusif. Mahasiswa membutuhkan dukungan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga mencakup aspek pribadi, sosial, pengembangan potensi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Layanan yang berorientasi pada potensi dan karakter mahasiswa diharapkan mampu membantu mahasiswa mengenali dirinya, memahami kekuatan yang dimiliki, serta memperoleh dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Dengan demikian, lembaga konseling dan layanan disabilitas dapat menjadi bagian integral dari ekosistem pendidikan tinggi yang memberikan ruang bagi setiap mahasiswa untuk berkembang secara optimal.

Menghadirkan Praktisi dan Akademisi dari Berbagai Perguruan Tinggi

Workshop Pendidikan Tanpa Batas juga menghadirkan sejumlah narasumber dari perguruan tinggi untuk memperkaya perspektif peserta.

Dari Universitas Sebelas Maret, hadir Dr. Redydian Adhitya Nugraha, S.Sos., M.A. dan Ibu Mahardika, S.Psi., M.A. Sementara dari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, hadir Dr. Ady Ferdian Noor, S.E., M.Pd. dan Ibu Dian Puspita Lestari, A.Md.OT, S.Pd dari SPS Bakti Kusuma.

Kehadiran para akademisi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh wawasan dari berbagai perspektif mengenai pendidikan, layanan mahasiswa, konseling, serta pengembangan pendidikan yang lebih inklusif.

Format hybrid yang digunakan dalam kegiatan juga memberikan fleksibilitas kepada peserta untuk mengikuti workshop tanpa terbatas oleh jarak dan lokasi.

Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat pendidikan tanpa batas, di mana teknologi dimanfaatkan untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, pengalaman, dan jejaring kolaborasi.

Membangun Ekosistem Pendidikan yang Inklusif

Pendidikan yang inklusif membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah, perguruan tinggi, lembaga layanan mahasiswa, tenaga pendidik, konselor, organisasi masyarakat, keluarga, dan mahasiswa sendiri memiliki peran yang saling melengkapi.

Workshop ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan selama kegiatan berlangsung. Lebih jauh, wawasan yang diperoleh dapat diterjemahkan menjadi penguatan praktik layanan di masing-masing institusi.

Khusus dalam layanan konseling dan disabilitas, diperlukan pendekatan yang menghargai mahasiswa sebagai individu yang memiliki potensi dan karakter yang unik.

Pendekatan tersebut menempatkan mahasiswa bukan sebagai objek layanan, melainkan sebagai individu yang memiliki kemampuan untuk berkembang apabila memperoleh lingkungan, dukungan, dan kesempatan yang tepat.

Pendidikan untuk Semua, Kesempatan untuk Berkembang

Pelaksanaan Workshop Pendidikan Tanpa Batas pada akhirnya menegaskan pentingnya membangun pendidikan yang memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk belajar dan berkembang.

Pendidikan tanpa batas bukan berarti menghilangkan batas-batas pengelolaan pendidikan, tetapi menghadirkan kesempatan belajar yang lebih terbuka, layanan yang lebih adaptif, dan lingkungan yang lebih inklusif.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi, akademisi, dan praktisi, diharapkan semakin banyak praktik baik yang dapat dikembangkan untuk mendukung mahasiswa sesuai potensi, karakter, dan kebutuhannya.

Workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi salah satu momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk berkembang dan berhak memperoleh layanan pendidikan yang mendukung perjalanan akademik, personal, dan sosialnya.

Pendidikan Tanpa Batas: membuka akses, menghargai keberagaman, dan memberi ruang bagi setiap potensi untuk tumbuh.

Iluni Lima Satu Ajak Alumni dan Siswa SMPN 51 Jakarta Ikuti Jalan Sehat dan Silaturahmi

PCI -Ikatan Alumni SMPN 51 Jakarta atau Iluni Lima Satu mengajak seluruh alumni dan siswa SMPN 51 Jakarta untuk berpartisipasi dalam kegiatan Jalan Sehat, Makan Bareng, dan Silaturahmi yang akan dilaksanakan pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Iluni Lima Satu untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan antara alumni, siswa, guru, dan keluarga besar SMPN 51 Jakarta.

Mengusung semangat kebersamaan dan hidup sehat, kegiatan jalan sehat akan mengambil rute di sekitar Pondok Bambu dan kawasan BKT Duren Sawit. Peserta akan diajak menikmati suasana lingkungan sekaligus melakukan aktivitas fisik bersama dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan.

Jalan Sehat, Sehat Bersama

Jalan sehat dipilih sebagai salah satu rangkaian kegiatan karena merupakan aktivitas sederhana yang dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia. Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang interaksi antara alumni dan siswa dalam suasana yang lebih informal.

Bagi alumni, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali bertemu dengan teman-teman seperjuangan dari berbagai angkatan. Sementara bagi siswa, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat para alumni yang merupakan bagian dari perjalanan dan sejarah SMPN 51 Jakarta.

Rute di sekitar Pondok Bambu hingga kawasan BKT Duren Sawit diharapkan memberikan pengalaman berjalan bersama yang menyenangkan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

Makan Bareng dan Silaturahmi

Setelah kegiatan jalan sehat, rangkaian acara dilanjutkan dengan makan bersama dan silaturahmi.

Makan bareng bukan sekadar agenda menikmati hidangan bersama, tetapi menjadi ruang untuk membangun komunikasi, berbagi cerita, dan mempererat hubungan antaranggota keluarga besar SMPN 51 Jakarta.

Dalam suasana yang santai, alumni dapat saling bertukar pengalaman, sementara siswa dapat berinteraksi dengan para alumni dari berbagai generasi dan latar belakang.

Momentum tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang lahirnya berbagai gagasan dan kegiatan bersama yang bermanfaat bagi almamater.

Memperkuat Ikatan Alumni dan Almamater

Iluni Lima Satu terus mendorong agar hubungan alumni dengan almamater tidak berhenti setelah seorang siswa menyelesaikan pendidikan di SMPN 51 Jakarta.

Alumni merupakan bagian penting dari ekosistem sekolah. Mereka memiliki pengalaman, jejaring, kompetensi, dan kepedulian yang dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kontribusi bagi sekolah dan peserta didik.

Karena itu, kegiatan jalan sehat dan silaturahmi ini diharapkan menjadi salah satu momentum untuk membangun hubungan yang semakin erat antara alumni, siswa, sekolah, dan masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan olahraga, acara ini menjadi ruang untuk memperkuat rasa memiliki terhadap almamater.

Ayo Bergabung!

Iluni Lima Satu mengajak seluruh alumni dari berbagai angkatan serta siswa SMPN 51 Jakarta untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.

Mari hadir dengan semangat kebersamaan, menjaga kesehatan, bertemu kembali dengan sahabat lama, mengenal generasi berikutnya, dan memperkuat silaturahmi keluarga besar SMPN 51 Jakarta.

Jalan sehat bersama, makan bersama, silaturahmi bersama.

Iluni Lima Satu — Bergerak Maju Bersama.

 

Website Alumni SMPN 51 Jakarta Resmi Diluncurkan, Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi Lintas Generasi

PCI — Ikatan Alumni SMPN 51 Jakarta terus memperkuat peran dan kontribusinya dalam membangun komunikasi serta jejaring alumni lintas generasi. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui peluncuran website alumni SMPN 51 Jakarta yang dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026, bertempat di Masjid Al Hidayah, SMPN 51 Jakarta.

Peluncuran website alumni dilakukan oleh Ibu Susi Ira Aini, M.Pd., sebagai bagian dari upaya menghadirkan media komunikasi digital yang dapat menjadi ruang bersama bagi para alumni SMPN 51 Jakarta.

Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Kepala SMPN 51 Jakarta, Ibu Erni Setianingrum, M.Pd. Dukungan sekolah menjadi bagian penting dalam pengembangan jejaring alumni sekaligus memperkuat hubungan antara alumni dan almamater.

Peluncuran website tersebut turut disaksikan oleh tokoh masyarakat, Bapak Rohimi Kurniawan, S.H., serta para Wakil Kepala SMPN 51 Jakarta. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya dukungan bersama terhadap penguatan komunikasi dan kolaborasi antara sekolah, alumni, dan masyarakat.

Media Digital untuk Memperkuat Ikatan Alumni

Website alumni diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan memperkuat rasa memiliki terhadap almamater.

Melalui platform digital tersebut, berbagai informasi mengenai kegiatan alumni, program sosial, komunikasi antaralumni, serta aktivitas yang berkaitan dengan SMPN 51 Jakarta dapat dikembangkan dan disampaikan secara lebih terintegrasi.

Di tengah perkembangan teknologi informasi, keberadaan website menjadi langkah penting dalam membangun organisasi alumni yang lebih terbuka, komunikatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Website juga dapat menjadi jembatan yang menghubungkan alumni dari berbagai angkatan yang saat ini telah berkiprah di berbagai bidang profesi dan lingkungan masyarakat.

Dukungan Sekolah Menjadi Kekuatan Penting

Kepala SMPN 51 Jakarta, Ibu Erni Setianingrum, M.Pd., memberikan dukungan terhadap pengembangan website alumni sebagai bagian dari penguatan hubungan antara sekolah dan para lulusan.

Hubungan sekolah dengan alumni memiliki nilai strategis. Alumni merupakan bagian dari sejarah dan perjalanan sebuah satuan pendidikan. Pengalaman, kompetensi, jejaring, serta kontribusi alumni dapat menjadi sumber daya penting bagi pengembangan sekolah.

Karena itu, sinergi antara sekolah dan alumni perlu terus dibangun melalui berbagai kegiatan positif dan produktif.

Peluncuran website menjadi salah satu bentuk konkret dari upaya tersebut. Dengan dukungan sekolah, website alumni diharapkan dapat berkembang menjadi media komunikasi yang aktif dan memberikan manfaat bagi seluruh keluarga besar SMPN 51 Jakarta.

Membangun Kolaborasi Lintas Generasi

Kehadiran tokoh masyarakat Bapak Rohimi Kurniawan, S.H., serta jajaran Wakil Kepala SMPN 51 Jakarta dalam kegiatan tersebut semakin memperkuat pesan bahwa pengembangan alumni bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus alumni.

Diperlukan kolaborasi antara alumni, sekolah, orang tua, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem yang mendukung kemajuan pendidikan.

Alumni dapat berperan melalui berbagai bentuk kontribusi, mulai dari berbagi pengalaman dan keahlian, pengembangan jejaring, kegiatan sosial, dukungan terhadap peserta didik, hingga berbagai program pengembangan sekolah.

Dengan demikian, website alumni diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai kolaborasi baru.

Dari Silaturahmi Menuju Kontribusi

Peluncuran website alumni SMPN 51 Jakarta menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan keluarga besar SMPN 51 Jakarta.

Alumni tidak hanya memiliki ikatan historis dengan sekolah, tetapi juga memiliki peluang untuk memberikan kontribusi nyata bagi generasi yang sedang belajar di almamaternya.

Melalui komunikasi yang lebih terbuka dan dukungan teknologi digital, hubungan antara alumni dan sekolah dapat terus dipelihara meskipun para alumni telah berada di berbagai tempat dan menjalani profesi yang beragam.

Ke depan, website alumni diharapkan dapat menjadi pusat informasi, komunikasi, dokumentasi, dan kolaborasi bagi keluarga besar SMPN 51 Jakarta.

Peluncuran ini sekaligus menegaskan semangat bersama untuk menjaga silaturahmi dan membangun kontribusi berkelanjutan bagi almamater.

Dari alumni untuk almamater, dari almamater untuk generasi masa depan.

Pemanfaatan Teknologi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Penerbitcintaindonesia.com –

Judul : Pemanfaatan Teknologi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Penulis : Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., M.Pd. dan Heppy Aminulloh, S.M., M.M.

Editor : Zubair, S.Pd., M.Pd.

ISBN : Draf

Berat Buku : 300 gr

Harga : Rp. 95.000

Materi tentang Pemanfaatan Teknologi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Materi Pemanfaatan Teknologi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan mengupas pemanfaatan teknologi di era digital. Materi ini sangat lengkap dan menarik.

Usai MBG Bakal Disetop ke Sekolah Elite, Bagaimana dengan Jumlah SPPG yang Kini Membengkak 6.877 Titik?

Menyoroti viralnya kontroversi di balik penyaluran MBG ke sekolah hingga jumlah titik SPPG yang kini dilaporkan membengkak. (Dok. BGN)

Penerbitcintaindonesia.com – Sebagian publik di media sosial sedang hangat memperbincangkan terkait rencana kebijakan anyar dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang terkait penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah.

Dalam unggahan Instagram @nowdots, pada Jumat, 12 Juni 2026, Kepala BGN pengganti Dadan Hindayana itu dilaporkan akan menghentikan distribusi MBG ke sejumlah sekolah elite.

“Penyaluran MBG akan disetop ke sekolah-sekolah yang berasal dari kalangan mampu,” tulis postingan

“(Sekolah elite) dianggap memiliki akses gizi yang lebih baik sehingga anggarannya bisa dialihkan ke wilayah atau kelompok yang lebih membutuhkan,” sambungnya.

Hal tersebut, sontak menyita perhatian sebagian kalangan yang menilai adanya ketimpangan distribusi di lapangan.

Terlebih, rencana tersebut disuarakan Nanik di tengah kasus keracunan MBG yang masih membayangi sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Sebelumnya, Kepala BGN telah mengonfirmasi pihaknya akan menyetop penyaluran MBG ke siswa yang bersekolah di kalangan orang kaya.

Refocusing Jadi Alasan

Secara terpisah, Nanik menuturkan skema tersebut merupakan bagian dari rencana refocusing penerima manfaat hingga anggaran program MBG.

“Maksudnya yang mampu, yang ‘kaya’ nanti tidak dapat lagi,” ujar Nanik singkat di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026.

Dalam kesempatan berbeda, Nanik sempat menjelaskan BGN akan melakukan refocusing terhadap penerima manfaat program MBG.

Menurut Nanik, ada kemungkinan sekolah yang sudah kaya tidak memerlukan program MBG.

“Kami refocusing penerima manfaat. Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu?” ujar Nanik usai dilantik jadi Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026.

“Rasanya tidak perlu ya kalau misalnya sekolah-sekolah kaya. Kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus,” bebernya.

Terlepas dari hal itu, sebenarnya terdapat sejumlah persoalan dalam pelaksanaan MBG di berbagai daerah yang kini tengah menyita perhatian publik.

Salah satunya, terkait dugaan praktik jual beli titik SPPG yang kini dilaporkan telah membengkak jumlahnya.

MBG Masih Dibayangi Kasus Keracunan

Pada momen terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan atau Zulhas sempat menyoroti persoalan itu saat Rakor dengan BGN, pada Kamis, 11 Juni 2026.

Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengklaim, pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap kualitas dapur MBG.

“Walaupun satu, enggak boleh lagi ada yang keracunan. Oleh karena itu akan fokus ke sini dalam bulan ini,” paparnya.

Menko Pangan menilai, tidak boleh ada lagi kasus keracunan makanan akibat kelalaian SPPG.

Di sisi lain, Zulhas mengungkap adanya dugaan praktik jual beli titik SPPG yang menyebabkan jumlah titik layanan membengkak jauh di atas perencanaan awal pemerintah.

Jumlah Dapur MBG yang Membengkak

Zulhas menyebut, pada awalnya pemerintah merancang sekitar 21.000 titik SPPG.

Namun dalam pelaksanaannya, jumlah tersebut meningkat menjadi 27.877 titik atau bertambah 6.877 titik.

Tambahan ribuan titik tersebut dinilai berpotensi membebani anggaran negara secara signifikan.

Zulhas mencontohkan, dengan asumsi biaya operasional mencapai Rp6 juta per titik setiap hari, maka diperkirakan menyebabkan tambahan pengeluaran Rp1 triliun per bulan atau sekitar Rp12 triliun per tahun.

“Kalau ada 6.877 penambahan, satu bulan ada pengeluaran lebih Rp1 triliun. Pemborosan. Berarti kalau satu tahun sekitar Rp12 triliun,” tandasnya